Jenis –Jenis Karma Phala Dalam Agama Hindu Beserta Contohnya
Jenis –Jenis Karma Phala Dalam Agama Hindu Beserta
Contohnya
Jenis –Jenis Karma
Phala Dalam Agama Hindu Beserta Contohnya
Selamat datang untuk para pembaca
di blog Tentang Hindu ini, semoga kita semua dalam keadaan yang berbahagia agar
dapat menyimak artikel yang akan saya bagikan kali ini yaitu tentang
Jenis-Jenis Karma Phala dalam Agama Hindu Beserta Dengan Contohnya.
Sebagai
umat Hindu, kita tentunya wajib mempercayai Pranca Sradha, yaitu Lima
Kepercayaan dalam Agama Hindu, yang terdiri dari
1.
Brahman
2.
Atman
3.
Karma
Phala
4.
Punarbhawa
5.
Moksa
Nah dalam lima kepercayaan kita
sebagai umat hindu yang ada di dalam panca sradha itu kita mengenal dengan
adanya Karma Phala. Karma Phala Sendiri memiliki pengertian Yaitu Hasil dari
perbuatan, yang memiliki asal kata Karma yang berarti Perbuatan dan Phala yang berarti Hasil. Jika disederhanakan kita dapat
mencerna Karma Phala sebagai Hasil dari perbuatan atau juga bisa diartikan
sebagai hukum sebab akibat.
Namun terkadang kita dibuat
berpikir oleh permasalahan yang kita lihat atau kita alami sendiri dalam hidup
kita. Mengapa ada orang yang selalu berbuat jahat, jauh dari ajaran agama,
selalu menyakiti kita, tapi selalu mendapat kehidupan yang layak dan mendapat
kebahagiaan.
Ada juga para pejabat-pejabat
yang melakukan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), yang jelas-jelas
menyengsarakan Rakyatnya, tapi selalu mendapat keberuntungan dengan selalu
mendapat kenaikan jabatan dan pangkat dan sukses dalam karirnya.
Di lain
pihak ada juga orang yang baik, rajin sembahyang dan selalu berbuat menurut
ajaran agama, akan tetapi hidupnya selalu mendapat masalah dan musibah yang tak
terelakan. Dan membuat kita selalu bertanya-tanya dan menyangsikan kebenaran
keberadaan Karma Phala tersebut. Namun jika kita telaah lebih dalam lagi dengan
lebih mendalam, masalah dari kejadian diatas timbul karena adanya Tiga bentuk
dari Karma Phala menurut waktunya, yaitu sebagai berikut
1.
2.Sancita Karma Phala
Sancita karma phala merupakan hasil perbuatan karma phalan
di kehidupan yang terdahulu baru diterima di kehidupan yang sekarang. Dari
pengertian tersebut kita dapat simpulkan bahwa mungkin saja orang-orang yang
jahat dan berbuat tidak baik diatas sedang menikmati karma baik dari perbuatannya
terdahulu, sehingga walaupun ia berbuat jahat dan tidak baik ia masih mendapat
jalan hidup yang baik dan bahagia hingga tuhan menentukan takdir dari karma
buruk yang ia perbuat sekarang.
Sedangkan,
orang baik dan sealu menjalankan dharma tadi ia sedang menerima karma buruknya
dalam kehidupannya terdahulu yang belu habis ia terima di kehidupannya saat
ini, sehingga hidup menjadi terlihat tidak adil, namun dengan pemahaman tentang
sancita karma phala ini, kita lebih dapat ikhlas menerima karma kita dan penderitaan
yang kita alami sat ini, anggap saja kita sedang mengalami karma buruk kita di
masa lalu.
Prarabda Karma Phala
Prarabda Karma Phala merupakan hasil perbuatan yang kita
lakukan saat ini dan hasilnya juga kita terima di kehidupan saat ini pula.
Contohnya Pejabat yang suka korupsi diatas, lama kelamaan ia
ditangkap KPK dan menjadi tersangka dalam kasus korupsi dan dimasukkan ke dalam
jeruji besi penjara. Maka ia sedang menerima prarabda karma phala, yaitu hasil
perbuatan yang dilakukan di kehidupan saat ini dan ia dapatkan pula saat ini.
Kriyamana Karma Phala
Kriyamana Karma Phala merupakan hasil perbuatan yang
dilakukan di kehidupan saat ini, namun baru didapatkan saat kehidupan yang akan
datang. Seperti contoh orang yang selalu berbuat baik , rajin berdoa, dan
selalu melaksanakan ajaran dharma diatas, walau pun dikehidupan kini ia
mendapat jalan yang sulit, namun di kehidupannya yang akan datang mungkin saja
ia akan terlahir menjadi manusia yang terlahir di keluarga yang baik, kaya dan
terpandang dan menjadi orang yang sukses dalam kelahirannya.
Begitulah kiranya agar kita mampu memaknai karma phala
sebagai hasil dari perbuatan kita di dalam kehidupan ini , jangan pernah
meragukan ataupun meremehkan ajaran Karma Phala yang juga menjadi landasan
dasar Agama Hindu yang kita percayai, jika kepada ajaran agama tuhan saja kita tidak percaya, lalu apa gunanya kita
sembahnyang, jangan sampai kita menjadi manusia yang munafik dan hanya
membutuhkan tuhan dalam kesulitan saja.

Komentar
Posting Komentar